10 Kriteria Saham Murah Menurut Benjamin Graham

Saham murah benjamin grahamKriteria nomor 1 sampai dengan 5 mengukur tingkat resiko saham yang diambil. Kriteria nomor 6 dan 7 mengukur seberapa sehat keuangan emiten dan kriteria 8 sampai 10 mengukur bagaimana pendapatan emiten secara historis.

Berikut adalah 10 kriteria saham murah menurut bapak investor nilai, Benjamin Graham.

  1. Yield dari price earning (PE) harus 2 kali (doubled) dari yield surat utang rating triple A. Contohnya jika yield surat utang tersebut adalah 8% maka yield price earningnya harus 16%. Yield PE adalah 1 per sekian dari PER nya dikali 100%. Katakanlah sebuah saham PER nya 4 kali, maka yield PE nya adalah: ¼ x 100% = 25%. Maka dalam hal yieldnya 16% ini, PER yg masuk kriteria adalah 6.25 kali (100/16) atau lebih kecil.
  2. Nilai price to earning ratio (PER) sama dengan 4/10 dari rata-rata PER tertinggi yang pernah dicapai dalam 5 tahun terakhir. Rata –rata PER ini bisa dihitung dengan membagi rata2 harga saham dalam tahun tersebut dengan angka earning per share nya pada tahun tersebut. Dalam 5 tahun terakhir berapa angka rata – rata PER tertingginya? Maka yang dikatakan masih murah bila PER sekarang masih sama atau dibawah 4/10 dari PER tertinggi tersebut.
  3. Perusahaan membagikan dividen dengan yield setara atau lebih besar dari 2/3 yield bond/surat utang rating triple A (yang paling aman). Seperti contoh diatas, jika yield Bond tersebut adalah 8% maka setidaknya yield dividen harus: 2/3 x 8% = 5.3% atau lebih tinggi lebih baik.
  4. Harga saham dikatakan murah bila nilainya adalah 2/3 dari harga buku per lembar. Pengecualian untuk asset yang nilainya tidak pasti seperti: goodwill, paten, dll. Keseluruhan asset tersebut kemudian dikurangkan dengan total liabilitas. Apabila harga sahamnya sebesar 2/3 dari nilai buku tersebut atau dibawahnya maka saham bisa dikatakan berharga murah.
  5. Harga saham dikatakan murah bila nilainya sebesar 2/3 atau bahkan lebih kecil dari nilai likudasi. Nilai likuidasi disini adalah jumlah asset yang bisa di jadikan kas dalam waktu cepat dikurangkan dengan total utang. Aset – aset yang bisa dijadikan kas dalam waktu cepat (dibawah 1 tahun) adalah aset lancar. Kemudian total utang yang dimaksud adalah utang yang memiliki beban keuangan/bunga, seperti: utang bank jk pendek, utang bank jangka panjang, pembiyaan, surat utang, wesel, dll.
  6. Jumlah utang yang memiliki beban bunga (utang bank, pembiayaan, surat utang, dll) harus lebih kecil dari nilai buku yang nilainya pasti. Perhitungan nilai bukunya sama seperti kriteria nomor 4 diatas.
  7. Nilai current ratio nya harus 2 atau lebih. Current ratio adalah jumlah aset lancar dibagi dengan utang lancar. Rasio ini mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar utangnya dari hasil operasi perusahaan.
  8. Jumlah utang yang memiliki beban bunga (utang bank, obilagsi, dll) harus lebih kecil atau sama dengan nilai likuidasinya. Perhitungan nilai likuidasi adalah seperti kriteri nomor 5 diatas.
  9. Dalam 10 tahun terakhir, nilai net income atau angka earning per share nya sudah meningkat 2 kali lipat.
  10. Dalam 10 tahun terakhir, penurunan earning sebesar 5% atau lebih tidak boleh terjadi sebanyak 2 kali.

Untuk file asli dalam bahasa Inggris bisa di unduh pada link ini: Kriteria saham murah.