Info, Promo, LoKer di BATAM
Nama Anda
Email Anda
Email Anda
14.01.2013
Piranti rem pada mobil sangatlah penting. Tanpanya, bisa dipastikan Anda tidak akan bisa selamat sampai ditujuan ketika berkendaraan. Saat ini, meski mobil-mobil baru telah mengaplikasikan rem cakram (disc), masih terdapat beberapa model yang masih menggunakan model teromol. 

Baik rem teromol maupun rem cakram memiliki keunggulan dan kelemahan. Namun, aplikasi piranti rem tersebut sangatlah bergantung pada tipe dan jenis kendaraanya. Tentu piranti rem ini haruslah bekerja maksimal, agar keselamatan dan kenyamatan lebih terjamin ketika berkendaraan.

Mobil-mobil terkini juga dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD). Akan tetapi, perawatan peranti rem juga tidak boleh terlupakan. 

Rem Teromol

Pada prinsipnya, rem jenis ini menggunakan teromol yang berbentuk seperti drum sebagai media pengeremannya. Saat melakukan pengereman, maka kedua kampas rem akan mendorong teromol untuk memperlambat putaran teromol. Keunggulan dari rem teromol adalah konstruksinya yang sederhana mudah diperbaiki dan mudah ongkos produksinya. Karena keunggulannya itulah, teromol banyak digunakan pada kendaraan komersial.

Kelemahan teromol adalah kemampuan untuk membuang panas lebih lama karena konstruksinya yang tertutup. Oleh karena itu rem teromol akan berkurang drastis tingkat kepakemannya jika dipakai saat melakukan pengereman yang ekstrim. Selain itu jika terkena kotoran dan air, akan terperangkap didalam teromol sehingga mengurangi kinerja pengereman. 

Rem Cakram

Berbeda dengan rem jenis teromol, rem cakram menggunakan sebuah piringan (cakram) yang terbuat dari besi sebagai media untuk mengurangi laju mobil. Pada saat akan mengerem, piringan akan dijepit oleh dua buah kampas rem, akibat dorongan minyak rem dari master silinder. Keunggulan dari rem cakram mampu melepas panas lebih cepat ketimbang yang menggunakan teromol. Hal itu sangat berguna karena pada saat rem bekerja akan menghasilkan panas.

Ketika piranti rem mendapatkan suhu yang terlampau panas, maka tingkat kepakemannya akan berkurang. Otomatis, karena mampu melepaskan panas lebih cepat, maka rem cakram dinilai lebih pakem ketimbang rem tromol. Kelemahannya, karena konstruksinya yang terbuka, rem cakram mudah kotor atau terkena air. Sehingga disarankan untuk rajin membersihkan piringan dan kampas remnya secara periodik.

Anti-lock Braking System (ABS)

Salah satu fitur yang terdapat pada sistem pengereman mobil adalah Anti-lock Braking System (ABS). Keunggulan teknologi pengereman ini, untuk mencegah rem mengunci. Awalnya dipakai pada pesawat terbang. Rem ABS menggunakan sensor yang terhubung ke ECU untuk memantau rem. Pada saat melakukan pengereman, ECU akan memerintahkan sensor untuk mencegah roda mengunci dengan menurunkan tekanan minyak rem pada katup hidrolik, yang berakibat cengkraman kampas rem akan berkurang. Sehingga, roda akan terhindar dari gejala mengunci dan kembali menaikkan tekanan minyak rem ketika roda sudah memiliki traksi. Rem ABS bekerja dalam kecepatan hingga 20 kali per detik. Selain memperpendek jarak pengereman, rem ABS juga berguna agar pengemudi dapat menghindari objek saat melakukan pengereman. 

Electronic Brake-force Distribution (EBD)

Teknologi Electronic Brake-force Distribution (EBD) bertujuan untuk mengatur tingkat kepakeman rem. EBD memungkinkan tekanan rem berbeda disetiap roda tergantung pada kecepatan, sudut tikungan dan beban. Cara kerja EBD berhubungan dengan ABS, yang akan aktif saat sensor membaca ada salah satu roda membutuhkan tekanan rem lebih besar ketimbang roda lainnya.

Ilustrasinya, saat mobil menikung ke kiri, EBD akan mengatur tekanan rem pada roda sebelah kanan lebih besar ketimbang roda sebelah kiri. Sehingga mobil akan menikung tanpa keluar dari jalurnya.

Sumber: Majalah CAR & Tuning Guide
Daftar tabel perbandingan
Tidak ada list/iklan yang akan dibandingkan.