Belajar Dari Investasi Coca Cola Selama 27 Tahun

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menahan saham untuk disimpan selama 27 tahun. Apalagi jika saham tersebut naiknya sudah berkali kali lipat hingga ribuan persen. Keinginan untuk merealisasikan keuntungan pasti begitu menggoda. Tidak usah muluk-muluk hingga 100 atau 200 persen, naik hingga 50 persen saja rasanya sangat ingin segera merealisasikan keuntungan. Bayangkan jika naiknya sampai ribuan persen. Modal yang tadinya 100 juta, jika naik 100 persen saja sudah menjadi 200 juta. Naik 500 persen sudah jadi 600 juta. Naik 1600 persen sudah jadi 1.7milyar.

Disetiap pesan tahunan (annual letter) Warren Buffet kepada para investornya, selalu ditampilkan perkembangan portofolio yang mereka kelola. Saham – saham apa saja yang diambil, berapa persentase kepemilikannya, jumlah modal yang dikeluarkan untuk mendapatkan saham tersebut dan nilai pasar saham tersebut pada saat itu. Sebagian besar saham yang diambil akan naik berkali kali lipat namun tidak semuanya. Kadang ada beberapa saham yang nilai pasarnya justru lebih rendah dari modal beli. Bisa dibilang ketika Warren Buffet membeli saham sebuah perusahaan, tidak serta merta harganya langsung naik. Kadang dia harus menahan saham tersebut dalam posisi minus untuk beberapa waktu.

Gambar dibawah adalah screenshoot portofolio yang dikelola Buffet di akhir tahun 1990. Pada saat itu Coca Cola sudah masuk dalam koleksi sahamnya dan harganya sudah naik lebih 100%. Buffet mengeluarkan total 1023 juta dollar sejak mulai membeli Coca Cola tahun 1987. Pada akhir tahun 1990, nilai saham yg dia miliki sudah naik 100% lebih mencapau 2171 juta dollar. Buffet membeli saham Coca Cola tidak sekaligus dalam sekali pembelian, namun menyicil beli sejak tahun 1987.

Portofolio Buffet tahun 1990

Gambar berikutnya dibawah ini adalah portofolio kelolaan Buffet akhir tahun 2016. Setelah lebih dari 27 tahun memegang Coca Cola, bukannya merealisasikan keuntungan yang tahun 1990 saja sudah naik 100an persen, malah dia menambah porsi kepemilikan saham Coca Cola tersebut. Dan hasilnya bisa kita lihat, total dia mengeluarkan modal selama pembelian Coca Cola sebanyak 1299 juta dollar. Dan hingga akhir tahun 2016 sudah bertumbuh menjadi 16584 juta dollar. Naik 1177%.

Portofolio Buffet 2016

Butuh dedikasi yang luar biasa sebagai seorang investor untuk bisa dengan sabar menahan saham hingga puluhan tahun. Namun hasilnya memang tidak akan mengecewakan. Selain Coca Cola, Buffet memiliki beberapa saham yang dia simpan selama puluhan tahun. Salah satunya juga adalah The Whasington Post. Dan jika dilihat memang, semua saham yang dia pegang selama berpuluh tahun akan memberikan return yang luar biasa berkali lipat.

Belajar dari pengalaman Warren Buffet ini, seorang investor memang perlu kesabaran untuk membiarkan sahamnya bertumbuh. Kesabaran tidak hanya ketika saham tersebut sudah menghasilkan keuntungan yang positif, tetapi juga ketika saham tersebut mungkin akan turun/minus sementara waktu. Karena kita tidak akan tahu kapan sahamnya akan naik. Namun yang pasti, jika kriteria pemilihan yang dilakukan sudah tepat dan ketika membeli saham terebut berada pada harga diskon, maka hanya menunggu waktu saja bahwa harganya akan naik. Pada saat itulah investor akan mendapatkan return yang berlipat dan mungkin sama halnya seperti Coca Cola ini, gain hingga ribuan persen.