Emiten Pilihan AISA

Salah satu emiten yang kita ambil untuk program Desember 40% ini adalah AISA. Kita berkeyakinan meskipun saat ini banyak ketidakpastian pada saham ini, namun potensi gain yang didapat bisa sangat besar. Tentunya kita sudah coba melihat dan menganalisa laporan keuangan nya yang terbaru maupun dilihat secara historis. Berikut rangkuman kinerja dan pertumbuhan AISA dari tahun 2009 hingga 2017 (terakhir kuartal 3).

Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Ekuitas Net 633 575 1800 1700 2000 3000 3400 3900 4100
Asset 1700 1900 3600 3900 5000 7400 9100 9300 9600
Net Profit 35 75 127 211 310 332 323 593 231
PBV 0.83 1.91 0.78 1.93 2.26 2.06 0.99 1.29 0.45
PER 15.2 14.6 11.0 15.8 14.7 19.0 10.3 8.5 6.3

Note: Kecuali PBV dan PER angka dalam milyar rupiah.

Jika melihat nilai ekuitas dan asset terlihat sejak 2009 hingga sekarang cukup konsisten bertumbuh. Kecuali di tahun 2010 dan 2012 ekuitas sedikit menurun. Laba bersih hingga tahun 2016 bertumbuh terus, hanya di tahun 2017 memang menurun. PBV maupun PER dilihat secara historis, emiten pernah membukukan angka 2.0 dan 19 komma unntuk PER. Salah satu kriteria kita untuk memilih emiten adalah, jika secara historis perusahaan pernah membukukan kinerja yang cemerlang. Meskipun tidak bisa dipastikan 100% akan bisa mencapai kinerja yang sama, namun setidaknya kinerja tersebut bukan suatu hal yang baru hendak dicapai.

Bagaimana prospek AISA. Jika melihat tahun 2017, emiten ini memang menghadapi banyak tantangan. Selain penurunan kinerja yang terlihat dari turunnya laba 2017 (disetahunkan) dibanding laba tahun 2016, kasus beras dan rencana divestasi unit beras di tahun 2018 ini memang menjadi perhatian besar. Meskipun akan mengurangi besarnya pendapatan namun jika melihat secara historis bahwa bisnis utama emiten ini adalah mie kering dan makanan ringan, kita optimis masa sulit ini akan bisa dilalui. Hingga bulan April 2018, dimana sebagian utangnya akan ada yang jatuh tempo dan rencana perusahaan untuk memperpanjang jatuh tempo Obligasinya dengan mengadakan RUPO bulan Maret 2018 ini, kita melihat bahwa harga AISA ngga akan kemana mana. Namun selepas April dan jika kasus divestasi dan pembayaran utang jatuh tempo sudah clear, maka kemungkinan harga AISA akan bisa naik kembali. Kita memiliki 8 bulan hingga Desember sejak Mei untuk melihat bagaimana pergerakan harga AISA sebenarnya.