Kinerja Februari 2018

Hingga Januari 2018 IHSG menunjukkan performa bullish dengan pencapaian rekor harga index tertinggi di 6680,6. Memasuki awal Februari 2018 IHSG sedikit terkoreksi hingga menyentuh harga 6478. Namun menjelang pertengahan hingga diakhir bulan, index kembali mencoba naik namun tidak cukup amunisi untuk menembus angka 6700. Pada penutupan Januari 2018, index berada di level 6605.63 dan per tanggal 28 Februari di tutup di harga 6597.22. Jika melihat perubahan dari awal hingga akhir bulan Februari, praktis IHSG tidak kemana – mana, malah turun 0.13%. Dan kalau kita lihat trend dari harga tertinggi di Januari kemudian penutupan Februari yang malah turun, mungkin bulan Maret ini index masih akan turun, kita tidak pernah tahu. Namun kita akan berusaha siap jika hal tersebut terjadi.

Sekarang, bagaimana dengan kinerja portofolio kita sepanjang Februari 2018? Seiring dengan index IHSG ketika terjadi koreksi diawal bulan, kinerja portofolio juga menurun. Namun kinerja kembali membaik bahkan diakhir bulan bisa membukukan angka persentase positif ketika index IHSG malah minus. Bulan ini kita juga mengambil beberapa langkah penting seiring dengan proses pembelajaran investasi. Porsi emiten AISA kita kurangi setengahnya dibandingkan dengan posisinya ketika dibulan Januari, termasuk melepas kepemilikan SOCI (hasil positif). Tindakan pengurangan porsi AISA kita lakukan juga dengan menutup AISA di portofolio DESEMBER 40%. Alasan utama kita menutup SOCI, menutup AISA di porto Desember 40%, serta mengurangi porsi AISA di portofolio awal adalah karena melihat rasio utang yang ternyata kurang sehat. Terutama jika melihat posisi ketersediaan kas/setara kas terhadap utang beresiko (berbunga). Dari beberapa kasus/emiten yang kita amati dimasa lampau, rasio kas terhadap utang berbunga (jangka pendek) ternyata mempunyai faktor penting terhadap kepercayaan investor untuk mengoleksi saham tersebut, yang pada akhirnya akan mempengaruhi pergerakan harga saham. Memang perlu pembuktian secara langsung dan perlu data lebih banyak lagi. Namun jika kita bawa dalam logika, pada akhirnya setiap investor akan lebih mempercayakan dananya pada emiten yang dianggap tidak terlalu beresiko. Salah satu faktor menurut saya yang mempengaruhi tingkat kepercayaan ini adalah ketersediaan kas/setara kas serta porsi utang beresikonya.

Di bulan Februari 2018 kita juga melakukan pembelian saham baru sebagai pengganti SOCI dan mengalokasikan sebagian dana hasil penjualan sebagian AISA. Kita menambah ASGR, LEAD dan NRCA kedalam portofolio. Kita juga menyimpan kas dalam jumlah yang lumayan sebagai jaga – jaga. Kita melihat index IHSG sudah sedikit mahal dengan PER dan PBV rata di 2.4 dan 15.1. Selain itu faktor belum adanya saham yang menarik (murah) menurut kita juga menjadi alasan memegang kas agak banyak bulan ini.

Berikut ringkasan kinerja kita per bulan Februari 2018.

 

Index Close Jan.2018 Close Feb.2018 Monthly % YTD % Akumulasi
IHSG 6605.63  6597.22  -0.13%  +3.8%
Portofolio  +6.5%  +30.63% +40.53%

Sepanjang Februari 2018 portofolio tumbuh +6.5% dan secara tahunan tumbuh +30.63%. IHSG sepanjang Februari turun -0.13% dan sepanjang tahun naik +3.8%.

Kinerja masing – masing emiten per bulan Febuari 2018

  • PGAS-1: +32.9% (naik dari sebelumnya 29.92)
  • AISA: +37.35% (naik dari sebelumnya 7.28)
  • INDY: +281.63% (turun dari sebelumnya 294.88)
  • LPCK: +1.77% (turun dari sebelumnya 6.03)
  • WSBP: +25.98% (naik dari sebelumnya 24.41)
  • PGAS-2: +51.86% (naik dari sebelumnya 48.45)
  • APLN: +2.61% (tetap)
  • ASGR: +10.80% (pembelian baru)
  • LEAD: +14.63% (pembelian baru)
  • NRCA: +5.45% (pembelian baru)

Catatan:

  1. Seperti yang kita sebutkan diatas, kita menjual SOCI dengan profit net +20.93%, kemudian mengurangi porsi AISA dengan profit net +8.37%.
  2. Kita menambah daftar emiten didalam portofolio dari hasil penjualan SOCI dan AISA yakni ASGR, NRCA dan LEAD.
  3. Posisi kas kita tambah namun bukan dari penambahan modal, melainkan sisa dari hasil penjualan SOCI dan AISA setelah belanja saham baru.
  4. Saham PGAS membaik bulan ini. Kita masih berharap harga PGAS akan terlihat jelas di bulan Maret. Kejelasan Pertagas dibawah PGN serta laporan keuangan tahun 2017 yang akan keluar akan menentukan arah PGAS selanjutnya.
  5. Kecuali APLN yang memang kita rencanakan untuk jual sejak Januari, sepertinya jumlah emiten dalam portofolio ini masih akan tetap sama. Kecuali kita menemukan emiten lain yang memang terdiskon. Beberapa emiten masih dalam rentang plus minus yang bisa berubah drastis (0-15%). Jika harga turun dibawah rata – rata beli, kita akan gunakan kas tersisa untk membeli di harga bawah.
  6. Untuk INDY, harga sekarang memang sudah mulai mahal. Namun kita menunggu laporan keuangan 2017 keluar untuk membuat keputusan selanjutnya.

Kinerja kita sejak Januari hingga Februari ini cukup baik. Meskipun tidak menjadi jaminan akan hasil diakhir tahun nanti, namun kinerja kita dalam 2 bulan ini selalu diatas IHSG. Puji Tuhan. Mudah – mudahan berlanjut di bulan Maret ini.