Kinerja November 2017

Dalam satu kesempatan melalui annual letter nya, Warren Buffet pernah mengatakan yang intinya kira – kira seperti ini. Untuk menilai seberapa bagus kinerja kami, perlu waktu setidaknya 5 tahun. Dengan jangka waktu 5 tahun, portofolio sudah mengalami setidaknya 1 kali masa bursa menguat ataupun melemah. Periode 1 tahun belum bisa mengukur sebuah kinerja karena mungkin saja sepanjang tahun tersebut bursa sedang menguat sehingga kinerja tampak baik atau pada tahun tersebut bursa sedang melemah sehingga kinerja tampak turun.

Menilai kinerja apakah bagus atau tidak, memang perlu rentang waktu yang agak lama, seperti yg dikatakan Buffet setidaknya 5 tahun. Kinerja 1 bulan yang kami tuliskan disini bukanlah sebuah pembuktian akan sesuatu. Namun lebih sebagai pembelajaran investasi kedepannya. Harapanya adalah dengan adanya arsip kinerja ini maka keputusan investasi kedepannya bisa lebih baik lagi dengan memperbaiki cara investasi yang salah di masa lalu dan melanjutkan yang sudah tepat.

Sekitar 98% dana diportofolio sudah dialokasikan semuanya. Dalam mengalokasikan dana minimal 70% saya gunakan untuk investasi jangka panjang (setidaknya 1 tahun) dan maksimal 30% digunakan untuk investasi jangka pendek (paling cepat 1 minggu dan paling lama 1 kuartal) posisi sudah close. Kenapa saya lakukan begitu lebih untuk memaksimalkan dana kelolaan. Karena dana yang terbatas, jika investasi dilakukan seluruhnya untuk jangka panjang maka akan banyak kesempatan yang terlewatkan yang mungkin ditemukan seiring waktu berjalan. Oleh sebab itu, maksimal 30% dana selalu disiapkan ataupun digunakan namun untuk investasi target jangka pendek.

Berikut ringkasan kinerja hingga bulan November

Index Close Okt. 2017 Close Nov. 2017 Monthly % YTD %
IHSG 6005.78 5952.14 – 0.9% + 12.37%
LQ45  992.22  992.16  – 0.006% + 12.16%
Portofolio  + 3.38% + 12.76%

Beberapa catatan tentang tabel diatas:

  1. Pada bulan ini saya mengalihkan sebagian ekuitas ke sekuritas lain sebagai alternatif. Jadi sejak awal November saya membagi portofolio ke 2 sekuritas.
  2. Modal disetor tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap. Bulan Juli setoran sebanyak 3 kali (21.6% porto), bulan Agustus sebanyak 6 kali (54.1% porto), bulan September 2 kali (21.6% porto), dan terakhir bulan Oktober 1 kali (2.7% porto). Penambahan modal secara bertahap ini bisa jadi penyebab kenapa kinerja porto bisa mengejar index IHSG ataupun LQ45 karena mungkin jika modal disetor diawal semuanya, kinerja malah dibawah kedua index diatas atau bahkan minus. Atau juga bisa sebaliknya. Seandainya modal disetor diawal semua mungkin kinerja bisa lebih baik lagi dari yang sekarang. Jadi sebenarnya membandingkan kinerja seperti diatas belum bisa dilakukan karena portofolio dimulai setelah semester pertama 2017. Akan lebih fair membandingkan seandainya portofolio mulai sejak awal tahun.
  3. Saham yang diambil sangat beragam. Beberapa memberikan cuan yang lumayan besar namun beberapa juga masih minus besar. Kinerja diatas adalah perhitungan keseluruhan baik yang sudah close maupun yang masih floating (plus maupun minus) dengan melihat penutupan harga pada tanggal 30 November 2017. Seperti yang disebutkan diatas, maksimal 30% dana disiapkan ataupun sudah digunakan namun untuk investasi target jangka pendek (paling cepat close 1 minggu, paling lama 1 kuartal).
  4. Tahun ini bursa sangat bergairah. IHSG mencetak rekor harga tertinggi sepanjang sejarah dan hingga November sudah naik +12.37%. Seperti yang disampaikan diatas, kinerja porto yang kelihatan positif hingga saat ini bisa jadi karena bursa memang sedang positif. Perlu waktu lebih lama terutama ketika masa bursa sedang minus, sehingga bisa menilai porto akankah bisa menyamai pencapaian IHSG atau diatas index atau malah dibawah kinerja index.