Perjalanan 4 Bulan Pertama

Hari ini, tepat 4 bulan dan 4 hari sejak pertama kali saya menyetor sejumlah dana ke rekening investor. Jika ada yang mengatakan bahwa pengalaman 1-2 tahun berinvestasi di pasar modal biasa disebut seorang pemula (newbie), maka saya masih jauh lagi dibawah seorang pemula. Untuk masuk golongan pemula saja, masih butuh waktu dan pengalaman lebih banyak.

Berawal dari buku The Intelligent Investor yang pernah saya beli (2 tahun lalu), saya mencoba memberanikan diri mengadu peruntungan di pasar modal Indonesia. Lucu juga, sudah beli selama 2 tahun lebih namun hingga saat ini semua bab belum tuntas terbaca… 😀 Mencoba mempelajari fundamental perusahaan – perusahaan yang terdaftar di bursa Indonesia dan mencari saham mana kira – kira yang harganya masih sangat murah. Prinsipnya adalah mencari saham yang harganya dibawah nilai buku. Lebih bagus lagi kalau bisa dibawah nilai modal kerjanya.

Antara keberuntungan pemula dan rasa nekat untuk memulai sesuatu yang baru, 4 bulan pertama perjalanan berinvestasi bagi saya cukup memuaskan. Pernah beberapa kali harus merelakan kerugian namun secara keseluruhan portofolio masih positif, meskipun belum bisa mengimbangi kinerja IHSG selama setahun berjalan. Dari sekian emiten beberapa masih ada yang minus agak dalam namun kinerja keseluruhan masih bisa tercapai +11%. Masih dibawah Jakarta Index yang kenaikannya jika dihitung sejak Januari 2017 hingga sekarang sudah mencapai +12.76%. Namun demikian, kinerja 4 bulan portofolio saya ini masih lebih baik jika index Jakarta dihitung sejak Juli 2017 dimana kenaikannya hanya naik 3.6%. Keberuntungan pemula …

Dibulan pertama pekerjaan yang saya lakukan adalah mencari perusahaan yang harga sahamnya memang murah. Caranya adalah dengan membaca satu – satu laporan keuangan tahunan maupun kuartal, kemudian memilah perusahaan yang harga sahamnya dibawah nilai bukunya (nilai PBV<1). Dari sini dipilah lagi mana kira – kira yang harga sahamnya bahkan dibawah nilai modal kerjanya. Jika ketemu, langsung beli.

Sambil menyelam minum air, sambil praktek juga belajar. Begitulah yang saya lakukan selama 4 bulan pertama. Ternyata membeli saham perusahaan yang harganya benar – benar murah tidak sepenuhnya benar namun juga tidak salah. Harga saham yang murah sekali bisa jadi karena kinerja perusahaan tersebut memang tidak ada perkembangan, perusahaan cukup nyaman dengan apa yang dihasilkan sehingga tidak ada keinginan untuk berkembang. Makanya harga sahamnya murah. Ini merupakan pelajaran baru: membeli saham yang harganya jauh dibawah nilai buku IYA, namun kinerja perusahaanya juga harus menjadi perhatian.