Target 40% Hingga Desember 2018

Ceritanya, suatu hari penulis dengan istri sedang diskusi santai dirumah sambil menonton. Nanti bulan Desember 2018 kebetulan akan ada pesta keluarga. Selain untuk menghadiri acara keluarga tersebut, bulan Desember memang kami rencanakan untuk sekalian pulang kampung. Karena tahun kemarin (2017) kami tidak pulang di bulan Desembernya. Sudah sekian tahun tidak pernah merayakan Natal bersama keluarga besar di kampung. Ini adalah kesempatan yang bagus.

Ketika berdiskusi santai, kami mencoba menghitung biaya yang dibutuhkan dalam rencana pulang kampung tersebut. Berkaca dari pengalaman kami pulang kampung sebelumnya, keluarlah sejumlah angka. Kami sebisa mungkin mempertahankan kebiasaan kalau pulang kampung. Tidak terlalu “pelit” tapi ga terlalu royal. Mulai dari tiket, oleh – oleh, biaya untuk pesta keluarga, keperluan selama dikampung, transport, dll. Semua kami coba hitung sedetail mungkin. Untuk mendapatkan sejumlah uang tersebut, kami masih ada waktu beberapa bulan untuk mencari sumbernya supaya tidak mengganggu rencana keuangan kami yang lain.

Selain berinvestasi di saham kami juga memiliki investasi lain yang kebetulan bulan Januari 2018 sudah cair. Jadilah dana tersimpan sementara di rekening. Kami berpikir, daripada menyimpan di tabungan dengan hasil yang mungkin tidak seberapa jika dihitung sampai bulan Desember nanti atau kalaupun disimpan di deposito hingga Desember nanti, target sejumlah dana yang diperlukan untuk keperluan pulang kampung tidak akan bisa tercapai. Saya mencoba hitung. Dengan total dana yang dipegang sekarang dan target dana yang hendak didapat untuk rencana pulang kampung, kami perlu sebuah investasi yang bisa memberi imbal hasil 40% supaya dana yang dipegang bisa tetap utuh dan rencana pulang kampung ini bisa berjalan lancar. Setelah berdiskusi akhirnya kami putuskan bahwa tidak ada cara lain yang lebih memungkinkan selain berinvestasi di saham. Apalagi sekarang masih terhitung awal tahun, kami punya waktu beberapa bulan hingga Desember.

Jika kami menyimpan di tabungan atau deposito, rasanya mendapatkan imbalan 40% dari dana yang dipegang sekarang amatlah mustahil. Investasi di emas, untuk jangka waktu 1 tahun rasanya mendapatkan 40% hampir sama saja dengan jika deposito. Satu – satunya cara adalah dengan berinvestasi di saham. Dalam memilih saham saya coba untuk lebih selektif. Supaya aman memang lebih baik jika berinvestasi di saham blue chip. Namun harganya sekarang yang sudah pada mahal membuat resiko jadi lebih tinggi. Pilihan akhirnya jatuh pada saham – saham second liner. Selain potensi gain nya yang jauh lebih besar daripada blue chip (untuk short term 1 tahun), beberapa emiten harganya masih terbilang wajar bahkan sudah terdiskon. Tidak seperti saham –  saham blue chip yang sudah kemahalan.

Mendapatkan gain 40% dalam 1 tahun dengan berinvestasi pada saham second liner rasanya sangat memungkinkan. Meskipun kita tidak bisa memastikan 100%. Bisa saja gain yang kita dapat lebih dari yang kita targetkan, dibawah dari target atau dana kita malah jadi berkurang. Tidak bisa dipastikan 100 %. Namun kita akan coba selektif dengan memilih saham yang harganya masih wajar atau bahkan sudah murah. Memilih emiten yang secara historis ekuitasnya terus bertumbuh. Memilih emiten yang tidak pernah mengalami rugi, meskipun di tahun tertentu mungkin labanya menurun dari tahun sebelumnya (sesuatu yang wajar). Memilih emiten yang tidak beresiko dengan rasio utang terhadap ekuitas yang tidak tinggi. Memilih emiten yang secara modal kerja tidak mengkuatirkan. Memilih emiten yang porsi ekuitasnya didominasi oleh penambahan saldo laba. Dan terakhir memilih emiten yang secara historis pernah mencapai kinerja cemerlang.

Untuk meminimalkan resiko, modal akan kita diversifikasi dengan memilih beberapa emiten. Namun semuanya memenuhi kriteri yang sudah kita tetapkan sebelumnya. Selain untuk meminimalkan resiko, kita menyadari bahwa dari semua emiten pilihan ini akan ada emiten yang kinerjanya memuaskan, biasa biasa saja atau kinerjanya bahkan dibawah perkiraan. Harapan kita adalah, emiten yang kinerjanya bagus akan menutupi kekurangan dari emiten yang kinerjanya tidak sesuai perkiraaan. Apa saja emiten pilihan kita untuk rencana 40% ini akan kita sampaikan pada posting berikutnya.

Note: Dana kelolaan yang kita digunakan disini berbeda dengan dana kelolaan yang kita posting pada kategori: Kinerja